Search in This Blog

Rabu, 09 Oktober 2013

Traore: Pemain Muslim tidak boleh bertato!




Ketika masih menjadi gelandang Arsenal, Armand Traore memiliki penyesalan terbesar dalam hidupnya, yakni membuat tato di tubuhnya.

Karena itu pada 2009 lalu, ia memutuskan mengunjungi dokter untuk melakukan operasi penghapusan tato. Di bawah pembiusan dan pisau bedah dokter, mantan pemain AS Monaco ini menghilangkan tato permanen.


Ia harus menahan sakit karena dokter ternyata pada akhirnya harus menggunakan sinar laser untuk menghapus tato besar di punggungnya. Pemain kelahiran Paris, Prancis, 8 Oktober 1989 ini menegaskan, menghapus tato bisa membuatnya tenang dan merupakan keputusan tepat.

Apalagi, kata dia, dalam ajaran Islam, seorang Muslim dilarang mentato setiap bagian tubuhnya. "Saya adalah seorang Muslim. Saya pikir (mentato tubuh) itu adalah salah satu kesalahan terbesar dalam hidup saya, tapi saya akan mencoba memperbaikinya,” kata Traore kepada the Guardian.

Ia menjelaskan, motif operasi penghilangan tato murni karena ia sadar terhadap agama. Seiring bertambahnya umur, kata dia, sebagai seorang Muslim ia tersadarkan bahwa ada nilai-nilai agama yang tidak boleh dilanggar umat Islam. Atas dasar itu pihaknya lebih mementingkan menyingkirkan ego untuk tampil lebih trendi dengan memiliki tato, dengan menjadikanya masa lalu.

Dilahirkan dari orang tua penganut Islam taat keturunan Senegal, Traore percaya seorang Muslim harus menjaga tubuh apa adanya. Karena itu, ketika memilih melakukan operasi Traore sadar tubuhnya bakal membutuhkan waktu pemulihan cukup lama.

“Perlu sedikit waktu pemulihan jadi saya akan melakukannya pada akhir musim sepak bola.”

Bergabung bersama Arsenal sejak musim 2005-2006, Traore pada awalnya kurang mendapat kepercayaan pelatih Arsene Wenger.

Itu lantaran dia masih sangat muda dan kurang pengalaman sehingga harus kalah bersaing dengan bek senior the Gunners. Alhasil pada musim 2008-2009, ia harus dipinjamkan ke Porstmouth agar mendapat kesempatan tampil di tim reguler.

Pada musim lalu, Wenger menjual pemain produk akademi Arsenal ini ke Queens Park Rangers dan mulai mendapat tempat utama di klub milik Tony Fernandez itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog ini terbebas dari yang namanya CAPTHA. Jadi berkomentarlah dengan baik dan gunakan kata-kata yang sopan. Jangan SPAM, SARA, ataupun PORN.