Search in This Blog

Selasa, 09 April 2013

5 Atlet Tuna Netra yang Berprestasi di Paralympic Games

[UNIKNYA.COM]: Paralympic Games adalah wadah untuk para atlet yang berkebutuhan khusus untuk menunjukan kemampuannya.Biasanya turnamen ini digelas setelah Sea Game berlangsung. Kali ini uniknya.com merangkum para atlit tuna netra yang berprestasi di Paralympic Games :


 1.    Anthony Lawrence Clarke
Atlit judo yang lahir pada 1961 di Kota Adelaide, Australia ini sudah 2 kali juara Kejuaraan World Blind pada tahun 1990 di kelas 78 Kg dan 1998 di kelas 90 Kg, serta menyabet 2 medali emas di Paralympic Games 1996 cabang Judo di Atlanta, Amerika Serikat.
(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)
Anthony Lawrence Clarke(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

Ia mengalami kebutaan pada usia 17 tahun akibat kecelakaan saat mengendarai mobil. Namun berkat dukungan dari dokter dan suster rumah sakit ia berhasil bangkit. Setelah ia berhasil menguasai huruf Braile yang dipelajarinya saat di panti rehabilitasi, ia pun mulai berlatih Judo. Atas prestasinya yang mengarumkan nama negaranya, Pria yang ditemani anjing penjaga yang bernama Marcus saat mendaki pegunungan di Selandia Baru dan Australia ini, mendapatkan penghargaan Australian Sports Medal pada 2000. Sekarang selain menjadi pelatih Judo, ia juga menjadi tokoh inpirasional dan motivator.

2.    Chris Holmes
Chris Holmes mengalami kebutaan saat berumur 14 tahun karena penyakit gen bawaan. Saat remaja ia bergabung di salah satu klub renang Birmingham. Ia berkomitmen untuk mengikuti latihan yang sama dengan atlit lain yang ingin masuk olimpiade. Kerja kerasnya berbuah 9 emas, 5 perak dan 1 medali perunggu di Paralympic Games dalam kurun 1988-2000.
(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)
Chris Holmes (Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

Pria yang menyukai blind photography ini, sempat menuntaskan kuliah jurusan politik di Cambrige dan menjadi aktivis Paralympic. Kerajaan Inggris pun menghadiahinya gelar MBE (Member of the Order British Empire pada 1992. Terakhir Chris Holmes terpilih sebagai Director of Paralympic Integration pada helatan Olympics dan Paralympics di London 2012.

3.    Henry Wanyoike
Sejak kecil Henry Wanyoike sudah bergabung dengan kelompok atlet yang dipersiapkan oleh negara yang terkenal ,melahirkan atlit lari tercepat, Kenya. Namun pada usia 21 tahun ia mengalami kebutaan akibat terserang stroke pada saat tidur. “Ketika tidur saya dalam keadaaan normal, namun pada saat saya bangun, semuanya menjadi gelap.” Jelasnya. Ibunya yang sigap, langsung membawanya ke Klinik Mata Kikuyu, Klinik terbaik di Afrika Timur. Hasilnya, ia “hanya” kehilanagn 95% penglihatannya. Mentalnya jatuh, sehingga ia harus masuk ke pusat rehabilitasi. Disana ia belajar merajut, dan menemukan kembali semangat hidupnya. Wanyoike berjanji akan membatu para tuna netra lainnya untuk menemukan semangat hidup seperti dirinya.
(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)
Henry Wanyoike(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

Pada Paralympic tahun 2000 yang berlangsung di Sidney, Australia, ia berhasil memenangkan medali emas dan mencatatkan rekor lari tercepat cabang lari marathon. Selama lima tahun terakhir Henry Wanyoike telah memenangkan medali emas dan perak cabang lari marathon 10 Km road race, 10.000 meter, 5.000 meter dan 1.500 meter. Dan catatan wakti 2 jam 31 menit 31 detik menjadi rekor yang belum terpecahkan oleh pelari buta lainnya.

4.    Marla Runyan
Marla Runyan lahir pada tahun 1969 di California, Amerika serikat. Atlit lari ini kehilangan matanya karena penyakit Stargardt atau degenerasi mata. Semangatnya bangkit justru ketika dokter berkata bahwa impiannya akan gugur. Marla berhasil membuktikan tekadnya dengan meraih 5 medali emas dan 1 medali perak dari cabang lari di Paralympic Games.
(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)
Marla Runyan(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

Di masa pensiun ia menjadi motivator profesional dan mendorong orang-orang yang berkebutuhan khusus untuk tetap meraih impiannya.

5.    Trischa Zorn
(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)
Trischa Zorn(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

Dari para atlet tuna netra di atas, mungkin Trischa Zorn-lah yang paling banyak meraih kesuksesan. Lahir pada 1 Juni 1964 di Califonia, Amerika Serikat, ia  sudah kehilangan penglihatanya. Namun kekurangan fisik bukan berarti membuat mentalnya jatuh, hobinya berenang menjadikannya sebagai salah satu atlet yang berlaga di Paralympic Games. Tak tanggung-tanggung, ia berhasil merai 41 medali emas, 9 perak dan 5 perung selama ia berkiprah dari tahun 1980 hingga 2004 dari beberapa cabang renang. Atas keberhasilannya itu, Namanya tercatat dalam International Paralympian Hall of Fame.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog ini terbebas dari yang namanya CAPTHA. Jadi berkomentarlah dengan baik dan gunakan kata-kata yang sopan. Jangan SPAM, SARA, ataupun PORN.